Senin, 27 Desember 2010

Kumpulan Puisi q

Puisi
Sejuta Kata Tentang Cinta
Cinta itu tak seindah yang kau BAYANGKAN
dan
Cinta itu tak sekeji yang kau RASAKAN

CINTA adalah sesuatu yang tak terdefinisi, baik oleh orang awam maupun ilmuan yang berpengalaman. CINTA itu datang tak diundang, pergi tak diantar. Ketika kita tak menginginkannya, dia datang secara tiba-tiba dan memecahkan semua kesunyian yang meraja. Tapi ia bisa pergi ketika kita membutuhkannya, dan menghilangkan semua kebahagiaan yang ada.

Gila CINTA....
CINTA Gila....

Yang GILA itu bukan CINTA, tapi hati itu sendiri yang ingin menjadi gila. CINTA itu tak salah, ia tak berdosa, karena tanpa CINTA dunia akan hampa.
CINTA itu akan lari bila kau kejar, dan akan berhenti jika kau kelelahan.
Apabila kemarin, hari ini, atau esok cinta tak menyapa. Yakinlah!!!! CINTA sejati sesungguhnya tak lari, tapi ia hanya mencari. Mencari waktu yang tepat untuk menampakkan diri.

By : Joanne Fristin, S.Kom



TAFSIRAN CINTA


C...I...N...T...A...
CINTA
5 Huruf yang membuat dunia bahagia,
5 Huruf yang membuat dunia merana,
dan 5 Huruf yang membuat manusia lupa.

C...I...N...T...A...
CINTA
Mempunyai beribu-ribu makna,
Mempunyai beribu-ribu bahasa,
dan mempunyai beribu-ribu dusta.

C...I...N...T...A...
CINTA
Sebuah teka-teki yang tak kan pernah terungkap,
Sebuah rahasia yang tak kan pernah terbuka,
dan sebuah anugrah yang tak kan ada batasnya.

C...I...N...T...A...
CINTA
Itulah tafsiranku tentang CINTA,
Yang susah diungkapkan dengan kata,
Yang hanya bisa diraba dengan asa,
dan dicerna dengan realita.



















JATUH CINTA


Keindahan malam slalu membuatku tertawa,
Kedipan bintang membuat ku terlena,
Sentuhan sinar rembulan menghangatkan raga,
Kicauan kesunyian meredam semua dahaga.

Duniapun tak dapat merasakan apa yang kurasa,
Langitpun tak dapat menggambarkan keindahan yang kugapai,
Bahkan matahari tak dapat menyinari detak hati yang bergetar indah dalam mimpi.

Satu kata tak cukup mewakili apa yang kurasa,
Kubutuh kata-kata yang mengandung berjuta makna,
Sebuah makna yang berada diatas segala-galanya,
Kata-kata yang membuat hatiku bahagia,
Kata-kata yang melupakan racun dunia,
Kata-kata yang bisa menghanyutkan luka,
Kata-kata yang mengalirkan derita,
Ya...
Itu dia....
Kata-kata yang sudah lama kulupa,
JATUH CINTA....



















SUATU SAAT


Ya Allah...
Suatu saat bila kau mengambil nyawaku,
Ambillah nyawaku disaat nafasku masih wangi dengan nama-Mu,
Ambillah nyawaku disaat bibirku masih mengucapkan tasbih dan tahmid kepada-Mu.

Ya Robbi...
Suatu saat bila kau ingin menghentikan nafasku,
Hentikanlah disaat aku menangis bersujud menghadap-Mu,
Hentikanlah disaat aku terlena dengan syahdu suara adzan-Mu.

Ya Rahman...
Suatu saat bila hamba ingin menangis,
Biarkanlah hamba menangis karena mengingat azab kubur-Mu,
Biarkanlah air mata ini mengalir membasahi bumi indah-Mu.

Ya Rohim...
Suatu saat bila hamba terluka,
Sembuhkanlah luka ini dengan obat dari syurga-Mu,
Hilangkanlah kelukaan hati yang t’lah tertoreh dengan suntikan agama-Mu,
Gantilah kepedihan hati ini dengan dzikir-Mu,
Hembuskanlah kekecewaan menjadi angin yang menyejukkan kalbu.

Ya Malik...
Apapun suatu saat itu,
Hamba akan s’lalu siap menghadapi semua tantangan yang engkau bentang,
Apapun suatu saat itu,
Kurelakan semuanya untuk ku jadikan cerita sampai akhir ku menutup mata.



















KEKUATAN CINTA


Tajamnya pisau tak mampu menusukku,
Perihnya peluru tak mampu menembus dadaku,
Kilatnya samurai tak mampu melukaiku.

Kerasnya dunia hanya mampu membuat ku terdiam,
Kejamnya lara hanya membuat ku terdera,
Panasnya derita masih dapat membuatku tertawa.

Hanya sebuah kata CINTA dapat membunuh manusia,
Membunuh logika yang tersukma,
Meraja dalam batin dan raga,
Seperti ceritaku yang terkubur dalam dinginnya hiba,
Cerita yang akan kusimpan dan kubunuh s’lamanya,
Seperti yang dilakukan CINTA pada sukma yang luka,
Ya...
CINTA ini mampu membunuh manusia.





























AWAL DARI SEBUAH
KATA CINTA


Bila senyumku mewujudkan suatu nuansa di hatimu,
Tutur kataku menciptakan suatu keakraban dalam bayangmu,
Tingkah laku ku menjalin suatu persahabatan dalam hidupmu,
dan tatapan mataku dapat menggetarkan jiwamu,
Maka percayalah, ku kan s’lalu mengiringi setiap derap langkahmu.

Ku tak pernah ingkar untuk mengungkapkan rasa di dada,
Menyembunyikan perasaan yang menjelma,
Menghancurkan beling-beling CINTA yang menancap hingga ku terluka.

Sebuah CINTA bermula dari sebuah kata yang bermakna,
Berawal dari gelak tawa,
Berakhir dengan dua kata yang tak kan pernah diduga,
Dua kata yang dihasilkan oleh mahkota CINTA,
SUKA atau DUKA.





























KEINDAHAN CINTA


Cinta itu indah bila kau rasa,
Cinta itu bermakna bila kau cerna,
Cinta itu syurga bila kau percaya,
Dan Cinta itu durjana bila kau bersahaja.

Kadang ku ingin cinta tak ada,
Kuingin cinta tak tercipta,
Hilang ditelan ombak dunia,
Dan kuingin ia tak menyapa.

Ku takut keindahan cinta mendera,
Membisikkan rayuan yang tak bermakna,
Menghembuskan hayalan-hayalan yang tak nyata,
dan menciptakan kejamnya dunia menjadi permata.

Andai aku bisa berdo’a,
Janganlah Tuhan memberikan ku cinta dan asa,
Karena ku tahu ku tak patut untuk mencinta dan dicinta,

Keindahan cinta hanyalah fatamorgana yang tercipta oleh gurun derita,
Keindahan cinta hanya terasa oleh insan yang jatuh cinta,
Keindahan cinta hanyalah oasis-oasis yang indah karena luka,
Dan keindahan cinta membuatku terhempas diterjalnya mata dunia.
























BILA IA BUKAN
UNTUKMU


Bila orang yang kau cintai tak mencintaimu,
Tetaplah kau cintai ia dengan setulus hatimu,
Tetaplah bangga karena kau tlah mencintainya,
Jangan kau membenci,
Karena kata benci mempunyai banyak arti.

Bila orang yang kau cintai tak memandang ke arahmu,
Tetaplah kau pandangi ia,
Bantulah ia menggapai semua cita-citanya,
Karena hanya senyumnya yang bisa membuatmu bahagia.

Bila orang yang kau cintai tak termiliki,
Janganlah kau berkecil hati,
Mencintai tak mesti harus dicintai,
Cinta itu tak mesti harus memiliki,
Makna cinta akan berarti jika kau telusuri.

Bila orang yang kau cintai tak berada di sisi,
Tetaplah kau berada di belakangnya,
Tetaplah semangati ia dengan canda tawa,
Karena kau adalah SAHABATNYA.






















PANDANGILAH
CINTA ITU


Kau boleh menganggapku bodoh,
Silakan anggap aku gila,
Berpikirlah kalau aku sudah buta,
Dan hujam aku dengan beribu cercaan yang tersimpan di hatimu.

Aku memang bodoh,
Aku memang gila,
Dan aku juga sudah buta.

Pikiranku kacau karena sesuatu yang kuingin tak ada,
Indahnya dunia kini tak lagi kurasa,
Di otak ku hanya ada wajah yang s’lalu membuatku luka, hampa dan merana.

Tapi ku yakin kau kan merasakannya,
Setiap insan pasti merasakan apa itu cinta,
Karena cinta merupakan anugrah dari Yang Maha Esa.

Bila cinta menderamu,
Mungkin ku yang akan menertawakan dan menghujatmu,
Mungkin kau akan mengakui kalau ku masih mempunyai kewarasan diri,
Tapi janganlah kau terbuai oleh indahnya cinta,
Karena cinta yang abadi adalah cinta kepada si penganugrah cinta itu sendiri.























JAWABAN YANG
TAK KAN TERJAWAB


Sulit ku katakan semua kenyataan,
Bibirku tak mau terbuka saat kau tanyakan mengapa kusuka padanya,
Otak ku tak mamapu mengingat semua kelebihannya,
Tapi ku hanya mampu mengingat semua kekurangan yang ada pada dirinya.

Jangan kau tanyakan mengapa cinta ku tersedia untuknya,
Gelora-gelora kebahagiaan hanya mengalir untuknya,
Dan semua pengorbanan kurcaci-kurcaci cinta kupersembahkan untuknya.

Entahlah...!!!!!?????
Ku tak tahu jawabannya.

Cinta itu tak butuh jawaban,
Cinta itu tak memerlukan alasan,
Cinta hanya butuh kenyamanan,
Dan cinta akan datang tanpa tujuan.

Yang kutahu ku mencintainya dengan segenap jiwa raga,
Tulus dan selama-lamanya,
Yang kutahu ku takkan berdosa bila mencintainya,
Dan aku juga tahu kalau ku kan terluka bila menatap jiwanya,
Karena matanya diciptakan bukan untuk menatapku,
Hatinya terjelma bukan untukku,
Dan jantungnya berdetak bukan juga untuk ku,
Tapi untuk seseorang yang mencintaimu.




















KAU
CINTAKU


Kau cintaku.....
Harapan ku tumpukan pada bayangmu,
Senyumku hanya terbias oleh wajahmu,
Keutuhan hatiku terukir indah di anganmu.

Kau cintaku.....
Kuingin kau menyambutku dimimpimu,
Membelai indahnya impianku,
Dan merajut benang yang belum tersulam menjadi sebuah mahkota yang bertahtakan cinta abadi.

Kau cintaku.....
Mahluk yang s’lalu kurindu,
Mahluk yang bersemanyam dalam ragaku,
Bergentayangan dalam batinku.

Kau cintaku.....
Hingga mata ini tertutup,
Namamu tetap terpatri abadi dalam jiwa,
Sampai kapanpun ku takkan melupakanmu,
Hingga akhir hayat kehidupanku.
























IBU


Ibu...
Hari ini anak mu ingin mendengar syahdu suaramu,,
Anakmu ingin menangis dihadapanmu,,
Mengeluarkan semua duka yang kurasakan padamu..

Ibu...
Andai kau ada disini,,
Kuingin kau hapus air mata dipipi,,
Menghibur kedukaan hati,,
dan bernyanyi menghibur diri..

Ibu...
Jangan tinggalkan aq seperti dunia yang muncul kemudian menghilang bagaikan debu,,
Datang dan tersenyum tersipu malu kemudian menghentak jantung q hingga pilu..

Ibu...
Tatap Anak mu!!
Tatap aq!!
dan bisikkan kata-kata sayang ditelinga q!!
Karena q rindu kamu..

























Puisi dari seseorang


Kau tak akan merasakan kesepian,
Kau tak akan merasakan kesunyian,
Dan kau tak akan merasakan kehilangan.

Aku disini dan masih disini,
Jikalau engkau butuh nasehatku,
Jikalau engkau butuh senyumanku,
Dan jikalau engkau butuh candaku
Aku akan slalu ada.

Aku bukan nya hilang dari dirimu,
Aku hanya menjaga hati,
Aku hanya menjaga jiwa,
Dan aku hanya menjaga perasaan.

Perasaan yang telah ada,
Dan yang g’ mungkin aku hindari
Dan yang g’ mungkin aku khianati.

Kehidupan itu pahit,rumit,dan complex
Semua itu tergantung bagaimana kita menjalaninya,
Dan tergantung pilihan apa yang harus kita pilih,
Karena kehidupan itu adalah suatu pilihan yang harus kita jalani.

Jadilah engkau seperti burung,
Yang terbang bebas,
mengarungi dunia tanpa ada masalah sedikitpun untuk terbang,
dan berkicau semaunya.

dan janganlah engkau menjadi sebuah batu,
yang hanya terduduk dan berdiri diam ditempatnya
tanpa berbicara sedikit pun.

Dan jangan pernah engkau seperti burung dalam sangkar,
Yang tak berdaya,
Dan Jadilah engkau seperti batu yang mempunyai prinsip hidup yang kuat,dan tegar terhadap semua masalah didunia ini.

Semoga engkau mengerti atas apa yang aku katakana,
Dan atas apa nasehat yang kutananamkan dalam dirimu.





KU RELA


Perih…
Saat ku tahu kau mencintainya,
Pedih…
Saat ku tahu kau terluka karenanya,
Letih…
Saat ku tahu cintaku hanya kau pandang sebelah mata.

Kau selalu mencintainya,
Dan aku pun selalu mencintaimu,
Kau menangis karenanya,
Dan aku pun selalu menangis karenamu,
Dipikiranmu hanya ada wajahnya,
Dan dipikiranku hanya ada wajahmu.

Ku rela melihatmu tertawa karenanya,
Kurela batinku tersiksa setiap kau sebut namanya,
Ku rela semua rasa cinta ini hanya aku yang rasa.

Satu janjiku padamu,
Akan kupastikan kau kan selalu bahagia bersamanya.


























MASIH CINTA


Tetaplah tertawa!
Karena bagiku tawamu adalah nyawaku,
Tetaplah tersenyum!
Karena senyumanmu bagaikan syurga bagiku,
Dan jangan kau buang air matamu!
Karena itu menyakitkan bagiku.

Kata orang cinta itu tak harus dicintai,
Tapi ku ingin hanya kau yang mencintaiku,
Kata orang menyayangi itu tak mesti harus memiliki,
Tapi ku ingin hanya kau milikku.

Tlah ku hempas semua perasaan ini,
Kuhancurkan semua karang rasa,
Kuhempaskan bumi rinduku,
Tapi yang kudapat hanya rasa cinta yang kian besar padamu.

HUAAAAAAAAAAAAAA…………
Teriakanku hanya terdengar oleh sang surya,
Hiks,,hiks,,,
Tangisan ku ditertawakan oleh rembulan yang manja,
Ha…ha…ha…
Tawaku hanya akan menghabiskan tenaga,
Huft,,
Desah napasku hanya dirasa oleh angin luka,
Dan Kumasih cinta sampai kiamat itu tiba.




















INGIN KU


Sayangku tak mesti harus kau balas sayang,
Cintaku tak mesti harus kau balas cinta,
Senyummu tak mesti kau beri padaku,
Karena kutahu ada seseorang dihatimu.

Pandangilah ia walau kau tak memandangku,
Cintai ia walau kau tak mencintaiku,
Buatlah ia bahagia walau hatiku terluka,
Dan semaikanlah rindumu untuknya walau kuhanya bisa merindukanmu dalam mimpiku.

Kutak ingin kau mebalas cintaku,
Kutak ingin kau menyambut sayangku,
Dan kutak ingin kau menjadi milikku,
Karna yang aku ingin hanyalah kebahagiaanmu.
































BIARKAN KU
MENINGGALKANMU


Jangan Salahkan mentari jika kulari darimu,
Langit tak berdusta jika kini ku tak lagi cinta,
Dan pelangi pun tak dapat mencegahku untuk membencimu.

Cinta itu tlah kandas karena kau hempas,
Sayang itu tlah hilang karena kau dera,
Kasih itu tlah kukunci rapat-rapat,
Serapat pikiranmu tentangku yang tertutup erat dalam benakmu.

Tingginya gunung tak mengalahkan harga diriku,
Besarnya samudra tak sebesar maluku karena mencintaimu,
Ku ini hanya seorang Hawa,
Bukan Adam yang bisa mengucapkan cinta.

Kodrat ku hanya bisa menunggu dan menerima,
Bukan untuk memuja.





























KESETIAAN


Ku tak tahu mengapa ku tak percaya adanya,
Ku tak yakin akan keabsahannya,
Ku tak ingin mengakui keberadaanya.

Apakah kau nyata di dunia???
Apakah kau tak lekang oleh racun-racun sukma???
Entahlah....
Ku tak ingin meyakininya.

Masih adakah kata SETIA di dalam dunia cinta yang penuh dusta???
Di lingkungan yang tlah tercemar oleh nada-nada luka,
Ku tak ingin kau bersahaja.

Kesetiaan hanya ditakdirkan untuk para pujangga,
Kesetiaan hanya terucap tanpa logika,
Kesetiaan hanya terangkai dalam sebuah makna yang maya,
Dan ku tak ingin kau mendera.





























SAAT KAU MERINDUKANKU


Saat kau merindukanku.....
Pejamkanlah matamu!
Dan dengarkanlah kata hatimu!
Karena aku selalu berada disisimu.

Saat kau merindukanku.....
Kosongkanlah pikiranmu!
Gambarlah wajahku di benakmu!
Karena aku selalu mencintaimu.

Saat kau merindukanku.....
Pandanglah langit yang kelabu!
Dan sebutlah namaku!
Karena aku juga merindukanmu.

Saat kau merindukanku.....
Aku akan datang untukmu,
Untuk menggapai semua rindu,
Rindu yang indah antara KAU dan AKU.



























KELUKAAN CINTA


Kepedihan hati ini tak kan pernah kau ketahui,
Kehampaan hati slalu mengelilingi, menghantui dan mendampingi.

Kenapa waktu menyiksa tubuhku,
Keheningan membunuh rasa cinta dan sayangku.

Ku ingin kau menjauh dari nyawaku,
Menghilang dari tatapanku,
Tapi kau malah membeku dihadapanku.

Bertepuk sebelah tangan bukan sekedar pribahasa cinta,
Tapi pribahasa itu terpatri hangat dalam dada,
Mencekik seluruh keindahan asa,
Mengais-ngais pasir kedustaan cinta,
Tapi ku yakin TUHAN berkuasa,
Mungkin kau bukan terbaik untuk kucinta.






























JIKA


JIKA kau pandang mataku,
Kuyakin kau kan melihat ketulusan cintaku,
JIKA kau dapat membaca bahasa tubuhku yang kaku di hadapamu,
Kuyakin kau kan merasakan betapa besarnya sayangku untukmu.

Tak mungkin Taj’ Mahal itu kupersembahkan,
Candi Borobudur kupindahkan,
dan Menara Pissa yang miring kutegakkan.

Semua keajaiban dunia itu tuhan yang mencipta,
Hanya tuhan yang bias melakukan semua hal yang tak nyata.

Ku hanya insane yang slalu ada untukmu,
Seseorang yang slalu memandangi belakang punggungmu,
Menatap indahnya bayangmu,
dan seseorang yang slalu bermimpi akan hadirmu disetiap hari-hari indahku.

Tak bisakah kau memandangiku walau satu detik???
Takbisakah kau menyapaku walau satu kata???
dan tak bias kau kau sebut nama raga???

JIKA kau tak ada,
Mungkin ku kan bahagia,
JIKA kau tak membuat ku jatuh cinta,
Mungkin kini ku tlah bersamanya,
dan JIKA semua manusia sama,
tak mungkin ku kan menolaknya,
tapi itu hanya sebuah kata JIKA,
yang setiap orang bias menyebutkannya.

Kata JIKA hanya sebuah lontaran pengharapan orang gila,
Kata JIKA Sebuah perumpamaan yang takkan mungkin menjadi nyata,
Kata JIKA hanya membuatku berharap pada dusta dunia.













BANTU AKU MENGHAPUSMU


Ucapkanlah!!!!!
Ucapkanlah cintaku!
Ucapkanlah kata-kata yang membuatku membencimu,
Hentikanlah kepedihan waktu hidupku,
Hilangkanlah angan-angan mimpiku,
Buatlah aku menampar bayangmu di wajahku.

Dengarkanlah cintaku,
Dengarkanlah senandung penderitaan yang tercipta dalam melodi-melodi asmara,
Dan bercinta dalam novel-novel raga.

Mengapa harus dirimu yang menancap jantungku,
Menusuk-nusuk aorta nadiku,
Membuat tulang sukmaku retak tak menentu.

Bantu aku membunuh cerita cinta yang kuimpikan,
Menerjang kisi-kisi cahaya impian,
Meluluh lantakkan kenangan.

Ku tak ingin pedih ini kian mendera, kian menerpa,
Hanya karena ku tak mampu membuka kepingan hatimu,
Kepingan hati yang hanya kau buka untuk dirinya.
























UNTUKMU PUJAANKU


Kurangkaikan puisi untukmu,
Kusemaikan nada-nada melodi untukmu,
Kurengkuh segala penderitaan untukmu,
Kehamparkan benih-benih cinta hanya untukmu.

Kau dengar lagu itu…???
Lagu itu untukmu,
Kau dengar tangisan itu…????
Tangisan itu untukmu,
Kau rasakan rindu itu..???
Rindu itu untukmu,
Hanya untukmu.

Meskipun badai meluluhlantakkan relung hatiku,
Nyawaku dapat ditukar dengan hatimu,
Kan kuberikan segalanya untukmu,
UNTUKMU PUJAANKU.





























KAU LUKAIKU


Kau ciptakan simponi-simponi luka di hatiku,
Kau lempar kepedihan di jurang batinku,
Kau rengkuh segala kebahagiaan di sum-sum tulangku,
Dan kau lukaiku dengan sembilu cintamu.

Mengapa kau tawarkan harapan palsu padaku,
Kau buat ku berlutut tak berdaya di hadapanmu,
Mengemis cinta maya yang kau cipta,
dan kau lukaiku hingga ku terhina.

Kini cinta tlah berganti api yang panas membara,
Rindu tlah menjadi dendam yang tak terlupa,
Kasih sayang tlah ditempa menjadi pedang keberanian selamanya.

Dulu kau satu-satunya orang yang kupuja dan ku damba,
Tapi kini wajahmu bagaikan hina didepan mata,
Bagaikan tersangka dalam penjara nista,
Yang tak pernah kulupa sepanjang denyut nadiku,
Karena kau tlah lukaiku dengan melodi kemunafikan hatimu.

Andai kau tahu sakitnya di tamper dusta,
Kuyakin kau tak bermakna,
Walaupun kau lukai seluruh dunia raga,
Kau tetaplah orang yang pernah kucinta.






















DIRIMU


Saat ku menyadari perasaanku,
Aku slalu memikirkanmu,
Senyummu slalu terbias di hatiku,
Tidakkan pudar walau beribu-ribu bintang dating menyerbu,
Hatiku slalu untukmu.

Hatiku slalu bertanya-tanya,
Apakah kau merasakan perasaan yang sama,
Perasaan seperti apa yang kurasa,
Hatiku slalu tersiksa,
Tersiksa hanya karena sebuah nama,
Nama yang slalu bersemayam di jiwa,
Terpatri dalam asa.

Debaran jantungku ini seakan tak ingin berhenti,
Denyut nadiku seakan ingin berlari,
Berlari tiada henti,
Menanti tiada henti,
Menanti tiada pasti,
Meneriakkan kata-kata yang mungkin bagimu tak berarti,
TUHAN….
Haruskah kukatakan padanya.
























JANGAN SAKITI
HATI INI


Kumohon,,
Tetaplah kau berjalan di tempatmu,
Berlalri dalam lingkaran kehidupanmu,
Terjatuh dalam lubang kebahagiaanmu.

Jangan pernah lagi kau coba tuk melangkah diantara jurang pemisah antara kita,
Memutuskan rasa benci yang bersemedi indah dalam hati,
Menyamarkan kedukaan yang pernah kau beri,
Dan meruntuhkan bangunan kebencian yang ingin kubuat abadi.

Jangan kau obral semua janji,
Membangkitkan kembali sukma yang tlah mati,
Meyakinkan jiwa yang tlah terpatri,
dan kumohon jangan sakiti lagi hati ini.






























MAAF


Ku tahu tergoresnya hatimu karena ku,
Kau terhempas oleh dinding sifat egoku,
dan terjatuh karena hempasan amarahmu padaku.

Setiap perkataanku adalah pedihmu,
Perbuatanku adalah amarahmu,
dan kelakuanku adalah bencimu.

Ku hanya benalu bagimu,
Benalu yang slalu mengharapkan belas kasihan dan rasa ibamu,
Tapi benalu juga punya perasaan yang bisa membeku,
dan hancur bila kesabaran tlah terpaku.

Maafkan bila ku tlah mencabik-cabik hatimu,
Merajam-rajam jantungmu,
Membunuh semua nadi persahabatanmu,
dan ku tahu kau tak patut memberi maaf padaku.





























SELAMAT
ULANG TAHUN


Kutuangkan setetes do’a di cangkir kebahagiaanmu,
Kutiup cahaya lilin-lilin harapanmu,
dan kutancapkan sebilah pisau keberanian di dasar hatimu.

30 Juli adalah hari indahmu,
Hari dimana tangismu tercipta,
Bahagiamu merona di dunia,
dan jurang pahala serta dosa mulai menguak untuk dibuka.

Tapakilah jalan yang lurus di hadapanmu,
Langkahilah semua belenggu yang menghadangmu,
Ukirlah slalu kebaikan dalam setiap nafasmu,
Dan hanya satu pintaku,
Walaupun dunia mempertontonkan gambaran palsu diwajahmu,
Tetaplah percaya pada dirimu!






























BIMBANG


Kebimbangan membinasakan seluruh bahagia,
Persimpangan seakan ada di depan mata,
Kami Dia,
Dia Kamu,
Kamu dan Dia,
Dia dan Kamu,
Kalau kupikir itu hanya kata-kata sapaan yang tak bermakna,
Hanya digunakan untuk bertatap muka.

Tapi bagiku,
Kata-kata itu yang membuatku terpaku,
Mampu membuatku menangis pilu,
Menghentak-hentak jantung yang menyendu.

Ingin kupejamkan mata ini untuk selama-lamanya,
Tak kan kubuka sampai kutemukan jawabannya,
Jawaban yang bagiku adil untuk semua,
yang takkan membuat kita kecewa dan terluka,
atau ku pergi dan takkan memandang langit yang biru lagi.

Tuhan…
Bawa aku pergi!
Bawa aku kembali!
Bawa aku lari!
Bawa aku terbang dari sini!

Disini hanya membuatku bingung,
Membuatku menjadi orang linglung,
Dan terdera oleh dilemma tak berujung.

Kini kuputuskan untuk tak memilih Kamu atau Dia,
Kuingin menyendiri dan menghirup nafas dengan lega,
Memandang pelangi dengan tatapan yang tak hampa,
Tertawa tanpa batas dan menikmati kehidupan nyata,
Ku hanya ingin BEBAS SELAMA-LAMANYA.











BIARLAH RAHASIA


Biarlah semua pertanyaan dan kesakitan kusimpan sendiri,
Biarlah hidupku menderita dan takkan ku bercerita,
Biarlah cintaku tak kau sambut selamanya,
Biarlah seluruh dunia menghina,
Biarlah luka ini kusembuhkan sendiri,
Biarlah kepingan hati ini tak ada yang menemani,
Biarlah indahnya cinta menjauh dan pergi,
Biarlah kau bersembunyi dan tak menampakkan diri lagi,
Biarlah cinta itu hilang dan terbang diatas awan,
Biarlah kau menghinaku atas cintaku padamu,
Biarlah kupendam rasa di dada hanya untukku dank au tak boleh tahu,
Biarlah semua berlalu,
Biarlah semua cerita menjadi rahasia,
BIARLAH RAHASIA.
































KUTAKUT BILA KAU KUCINTA


Kata-katamu kini tlah mampu membungkam bibirku,
Hatiku kini tlah beralih pada wajahmu,
Otakku kini tlah berhenti mengingat sosoknya,
dan berganti bayangmu yang menyerang lubuk hati.

Ku tak tahu mengapa cinta yang membatu kini mencair dan tak lagi beku,
Layunya rasa sayang menjadi kemayu,
Sakitnya hati tak lagi menyerbu.

Salahkah bila ku mencintaimu???
Berdosakah bila Tuhan menghadapkanmu padaku???
Kejamkahku bila menyentuh kalbumu???

Biarlah hanya aku dan tuhan yang tahu jawaban itu,
Ku tak ingin seorang pun tahu semua perasaanku,
Karena perasaanku padamu sama dengan perasaan dia yang lebih dulu mencintaimu.

Wahai insane yang kucinta,
Kuyakin kau bisa merasa semua rasa yang kupunya,
Tapi semua cerita kan kusimpan slamanya,
Kutelan dan takkan kubiarkan ia menjelma,
Karena KUTAKUT BILA KAU KUCINTA.


























ANDAI KU BISA MEMILIH


Andai ku bisa memilih,
Ku tak ingin dilahirkan di dunia ini,
Disini seperti kuburan yang indah dan tak tertempati,
Ku tak ingin tinggal dalam lingkup kehidupan yang ramai tapi terasa sunyi,
Ku tak ingin berada dalam dilemma yang tak bertepi,
Dan ku tak ingin jantungku tertancap disini.

Andai ku bisa memilih,
Kuingin hidup bebas tanpa ada derita yang membatas,
Kuingin hatiku hilang tak membekas,
Kuingin kenangan bertukar dengan kedamaian tanpa noda di atas kertas.

Andai ku bisa memilih,
Bolehkah aku diciptakan sebagai kepompong yang menetas menjadi kupu-kupu yang tak berjiwa,
Ku tak ingin mempunyai semua rasa dan cinta,
Ku tak ingin merasakan kasih saying yang indah tapi tak bermakna,
dan ku tak ingin menjadi manusia yang hanya menyesakkan dunia.

Andai ku bisa memilih,
Bisakah aku menjadi alien luar angkasa yang hidup berkelana tanpa ada beban di dada,
Atau bisakah aku menjadi benda mati yang tak bersukma,
Dan kalu ku bisa memilih,
KUINGIN TUHAN MENGHENTIKAN NAFASKU DALAM SEKETIKA.




















JANGAN PERNAH BERUBAH


Waktu trus mengalir bagaikan air syurga yang deras, suci tanpa dosa,
Detik-detik penderitaan kian bergulir tanpa memandang makna duka,
Suara tangisan kini tlah menjadi teriakan yang nestapa,
Dunia yang dulu sepi kini tlah dihuni oleh beribu-ribu bahkan berjuta-juta nyawa.

Kau tetap berada di garis kehidupan yang sama,
Dalam lingkaran kehidupan semula,
Tetap memandang mimpi yang jauh di depan mata.

Sukma mu tetaplah sama,
Tapi ragamu kini tlah berbeda,
Hati yang lembut berubah menjadi baja,
Tawa tlah menjadi rautan kecewa,
dan canda membaur menjadi murka.

Kau tetaplah dirimu,
Tetap menjadi kakakku yang dulu,
Tapi kini kau tak seperti dulu,
Kini ku tak lagi mengenal sosokmu,
Ku tak yakin kau yang berdiri di hadapanku.

Ku ingin kau menjadi kau yang dulu,
Slalu tersenyum dan mengulurkan kebaikan pada orang-orang disekelilingmu,
Slalu tertawa walau batin terdera,
Kau terang dalam malam buta.

Sudikah kah kau dengarkan suara yang tak terjelma???
Mendengar rintihan yang tak berarti???

Ku ingin kau menjadi sesuatu yang bisa membuat mu bahagia,
Tanpa memandang perubahan yang bisa menghancurkan dunia,
JANGAN PERNAH BERUBAH!
Karena perubahan kadang bisa menjadi luka.















JANGAN BUAT AKU
JATUH CINTA


Jangan beri aku perhatian,
Jangan beri aku harapan,
Jangan beri aku angan-angan,
dan jangan buai aku dengan senyuman.

Kau tahu kalau kini ku terluka,
Kau tahu kalau aku sedang terdera derita,
dan kau pun tahu kalau aku berada di dalam neraka cinta.

Tanyakanlah perasaanmu sebelum mendekatiku!
Bicaralah pada jiwamu sebelum mendekap hatiku!
dan berbisiklah pada angin sebelm memandang wajahku!

Ku takut hati ini akan patah untuk yang kedua kali,
Jiwa yang tlah kembali akan menghilang lagi,
Bahagia yang bersemi pergi menepi dan tak teraliri air yang suci.

Kalau kau mencintaiku,
Kuingin kau buktikan dengan debaran jantungmu,
Buktikan dengan cerita-cerita dongengmu,
Lukislah dengan tinta kasih sayangmu,
dan rajutlah dengan benang emas ketulusan cintamu.

Andai kau tak mencintaiku,
Menjauhlah dari garis merah yang ditakdirkan tuhan untukku,
Menyingkirlah dari dinding kalbuku,
dan pergilah dari setiap detik-detik kehidupanku.

Jangan buat aku candu akan suaramu,
Jangan buat aku tertawa karena wajahmy,
Jangan buat aku menangis karena merindukanmu,
Jangan buat aku terlena,
Jangan pandangi aku dengan tatapan hiba,
dan JANGAN BUAT AKU JATUH CINTA!!!









SAHABATMU


Darah tak mesti harus berwarna merah,
Emosi bukan berarti marah,
Bintang tak selamanya berkedip ramah,
Intan tak kan slalu terlihat cerah.

Waktu kadang bisa mengelabui mata indahmu,
Angin kadang bisa menyesatkan suaramu,
Namun ku kan slalu mendampingi dan menyusuri langkahmu.

Pecahkanlah semua kesepian dan kesendirianmu di tembok hatiku,
Ucapkanlah semua kepedihan di telingaku,
Tiuplah semua kesedihan dan tangisanmu di sukmaku,
Raihlah semua kebahagiaanku untukmu, karena
Aku adalah SAHABATmu.
































UNGKAPAN HATI


Mengapa kau biasakan aku dengan wajahmu,
Kau biasakan aku dengan suaramu,
Kau biasakan aku dengan candamu,
Kau biasakan aku dengan tawa indahmu,
dan kau tinggalkan aku dengan semua kebiasaan itu.

Kuakui…..
Aku hampa tanpamu,
Aku hilang kendali tanpa nasehatmu,
Hidupku bosan tanpa gurauanmu.

Tanpamu…..
Aku seperti orang bodoh yang slalu menghitung detik-detik waktu,
Seperti orang idiot yang mengharapkan bulan menemani kesunyian awan,
Slalu menghitung menit-menit detak jantung,
dan berjam-jam duduk termenung bagai patung.

Sudahlah…..
Tanpa kau pikirkan aku sudah tahu semua perasaan,
Tanpa kau lisankan aku sudah dapat menyimpulkan,
dan tanpa kau tunjukkan,
Ku tahu semua jawaban.

Bagiku…..
Kau hanya kasihan padaku,
Hanya merasa iba dengan nasibku,
dan kau hanya tak tega dengan kelukaanku.

Terima kasih atas semua kebaikan,
Terima kasih tlah mengembalikan senyum dan keceriaan,
dan terima kasih karena tlah membangkitkan ku dari kematian.

Kini saatnya aku mengubur semua mimpi-mimpiku,
Kan kubunuh semua harapan padamu,
Tapi ku takkan pernah melupakanmu,
Karena kau sesuatu yang BERHARGA dalam KEHIDUPANKU.










AJARIKU!!!!!


Batin terdera dan menghiba,
Kicauan burung tak membuat ku terlena,
Sayatan cinta masih menganga terus terbuka,
Tangisan nyaring menusuk lembayung senja.

Ingin kuhapus semua realita,
Meraba cahaya berkilat yang membutakan mata,
Ingin kugenggam namamu selamanya,
Ingin kuraih hatimu hanya untukku saja,
Ingin kugapai kasih sayangmu dan kusimpan dalam relung-relung kaca,
Tapi semua hanya angan semata.

Kau terlalu indah untuk ku jadikan cerita,
Terlalu tinggi untukku gapai,
Dan terlalu sempurna untukku cinta.

Walau kau tak punya rasa,
Walau kau tak suka,
dan walau kau tak cinta,
ku kan slalu mendampingimu dalam suka dan duka,
ku kan slalu ada sampai kau temukan orang yang benar-benar kau cinta.

Ajari ku agar ku lupa,
Ajari agar ku rela,
dan ajari ku agar ku tak TERLALU CINTA.





















JANTUNGKU,
BERHENTILAH BERDEGUP!!!!


Dag…..
Dig……
Dug…..
Jantungku mengapa kau bergetar,
Mengapa kau bersuara,
Berhentilah agar ku tak menderita!

Dag…..
Dig……
Dug…..
Jantungku janganlah kau berdetak,
Janganlah kau berbicara,
Sunyi senyaplah dalam luka!

Dag…..
Dig……
Dug…..
Jantungku menghilanglah dalam kegelapan,
Menghilanglah agar ku tak didera kesepian,
Diamlah selagi tuhan mengizinkan!

Dag…..
Dig……
Dug…..
Jantungku berhentilah berdegup,
Menyepilah dalam goa misteri hidup!



















AKU MERINDUKAN
PANGGILANMU


Wahai penguasa duniaku,
Aku merindukan suaramu,
Panggillah jiwaku dengan merdu,
Sambutlah ragaku di syurga ciptaanmu,
Tepislah semua rasa rindu yang kupendam untukmu.

Wahai penentu nyawaku,
Berbisiklah pada malaikatmu,
Bisikkanlah namaku,
Agar ku dating ke pangkuan hangatmu.

Wahai pengendali waktu,
Berkediplah pada jam sukmaku,
Perintahkanlah agar ia menghentikan detik-detik tangisku,
Biarkanlah aku terbang menuju langit birumu.

Wahai pencipta umat,
Panggillah aku!!!
Panggillah namaku!!!
Panggilah kehidupabku dari kehidupan semu mu!!!
Panggillah aku!!!
Karena aku merindukan panggilanmu.























KUTERTAWA DALAM
TANGISKU


Sendiri, menyepi, sunyi…
Bagaikan kapal yang berlayar sendirian, tanpa teman dan tanpa bayangan.
Hidupku hanya untuk menemani impian,
Keindahan alamku tercipta dalam kesendirian,
Lentera-lentera lampuku menyala di dalam kesunyian.

Menggoncang dunia bukanlah mauku,
Berlari ke hutan rimba bukan tujuanku,
Apalagi memecahkan kaca yang retak bukanlah kelakuanku.

Jiwa-jiwa yang terpanggil tak pernah memanggil rohku,
Mantra-mantra yang jitu tak pernah ampuh padaku,
Nyanyian-nyanyian yang menyesatkan selalu terngian di telingaku.

Wajahku tak pernah mencerminkan kenyataan hatuki,
Semua kebahagiaan dan senyuman yang kuberi itu palsu,
Ku slalu tertawa pada kalbu,
Memperlihatkan senyuman sendu,
Ku slalu tertawa untuk orang-orang disekitarku,
Tapi kemunafikan sudah tertanam dalam jiwaku,
Ku slalu tertawa,
KU TERTAWA DALAM TANGISKU.























BINTANG


Bintang…..
Nama itu tak cukup menggambarkan betapa indahnya ciptaan Tuhan yang satu itu,
Melihatmu membuat jantungku tak ubahnya bagai patung yang membeku dalam dinginnya salju,
Terhentak, menyentak, terpaku.

Wahai bintang…..
Jadikan aku sebagian dari cahayamu,
Kuingin menyirami semua insan dengan cahaya indahmu,
Ingin kulindungi semua makhluk dari kegelapan malam yang membutakan mata,
Menemani kehampaan bulan yang redup tanpa teman.

Hari ini,
Disini,
Masih dengan latar belakang sunyi,
Ku duduk manis menatap mimpi.

Ku tak tahu…..
Apakah kau mau mendengar tangisku,
Tawaku,
Cerita-cerita sepiku,
Dongeng-dongeng masa laluku,
dan masa depan yang akan menghampiriku,
Ku tak pernah tahu itu.

Bintang…..
Maukah kau menyinggahi hati kecilku???
Slalu menghibur duniaku dikala aku menangis dan tertawa,
Karena kuyakin,
Hanya dirimulah yang mampu menjadi sahabat sejatiku,
Sampai suatu hari itu tiba,
Hari dimana aku menutup mata.














HANYA KAU


Rintihan petir mengundang kalbu untuk menangis,
Ombak mengendap-endap mengikuti jejak langkah pengembara kesepian,
Pikiran melayang mengikuti awan kerinduan,
Entah mengapa…..
Derap-derap kaki kuda tak menghilang dari pendengaran.

Ku hanya mau kau wahai penakluk badai,
Detak-detak jantung yang berhenti akan semakin berdegup bila kau yang meniup,
Ku hanya ingin kau wahai pelita malam,
Dunia ku takkan terang bila tak kau lenterakan,
Hanya kau,
Hanya kau yang kuinginkan,
Ku tak ingin jika bukan kau.

Kuingin mautku berada di tanganmu,
Sumpah janji ku hanya kuikrarkan di telingamu,
Seutuhnya…
Selamanya…
dan kuingin kau percaya.



























SADARKAN KU!!!


Cinta yang gila tak sadar tlah kudekap,
Sayang tanpa batas tlah mendarah dalam lingkup kekecewaan,
Lelah kumemeluk erat kerinduan,
Letih untuk mengharapkan kepalsuan.

Usaikan kisahku dalam satu hembusan nafas,
Hentikanlah kakiku yang ingin melangkah dalam tawa dan tangis sang pujaan,
Waktu yang bergulir tetap tak bisa mengubah semua rasa yang tertanam,

Jauh…..
Menjauhlah…...
Menghilanglah….

Tamper aku dari semua angan-angan,
Lempar aku ke jurang kenyataan,
Cambuk aku agar ku tak slalu menanti harapan.

Kumohon…
Jangan biarkan jantungku merengek-rengek menghiba,
Biarkanlah ia terdiam bisu,
Darah yang meronta biarkanlah membeku,
Bibir yang slalu menyunggingkan tawa,
Biarlah ia terlena dalam gua keabadian baka.

Suara hinaanmu menyelamatkan makhluk kecil yang menderita,
Cacianmu akan membuatku berhenti dari dunia maya,
Kehilanganmu akan membuatku bahagia,
Bahagia untuk selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Komentar dan kunjungannya...,,@,@,,
SALAM KENAL YA!!!